Sabtu, 29 Desember 2012

Community Relations


A.     Pengertian Community Relations
·      Community Relations bisa bermakna lebih dari sekedar membangun hubungan baik antara organisasi dan komunitas sekitarnya, melainkan juga berperan melalui tindakan—tindakan pada tingkat lokal dalam mengatasi permasalahan – permasalahan seperti meng-krisis.
·      Community Relations bisa dipandang sumbangan kecil yang berarti yang diberikan organisasi sebagai warga negara bersama dengan komunitas disekitarnya untuk mengatasi permasalahan – permasalahan besar tadi pada tingkat lokal dengan memperhatikan prinsip berkelanjutan. Tapi tentu saja fokus perhatian adalah upaya mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas.
·      Community relations adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi dengan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling pengertian.

B.     Public Relations dalam Community Relations
Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations, maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi.
Dalam hal ini fokusnya adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang dihadapi organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi komunitas itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program community relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama organisasi dan komunitas. Lebih dari itu bila kegiatan community relations terkordinasi dengan strategi organisasi, bisa juga membantu organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang dihadapi organisasi. Dengan demikian kegiatan community relations pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan atas dasar kepentingan bersama baik organisasi maupun komunitas.







Membahas public relations pada dasarnya merupakan proses yang bersifat skill yang dimulai dengan :
a.    Pengumpulan fakta
b.    Merumuskan masalah
c.    Perencanaan dan program
d.    Aksi dan komunikasi
e.    Evaluasi
     Sedangkan Yosal Iriantara (2004:36) community relations bisa dipandang berdasarkan dua pendekatan, yakni :
·           Pertama dalam konsep public relations lama yang memposisikan organisasi sebagai pemberi donasi, maka program community relations hanyalah bagian dari aksi dan komunikasi dalam proses public relations.
Bila berdasarkan pengumpulan fakta dan perumusan masalah ditemukan bahwa permasalahan yang mendesak adalah menangani komunitas, maka dalam perencanaan akan disusun program community relations. Ini kemudian dijalankan melalui aksi dan komunikasi.

·            Pendekatan kedua yang memposisikan komunikasi sebagai mitra, konsep komunitasnya bukan sekedar kumpulan orang yang berdiam disekitar wilayah operasi organisasi. Community relations dianggap sebagai program tersendiri yang merupakan wujud tanggung jawab sosial organisasi.

C.     Langkah-langkah dalam Community Relations
Secara praktik community relations sudah mengalami kemajuan dalam hal perubahan dibandingkan pada masa perubahan dibandingkan pada masa awal tahun 1960. Kegiatan community relations tidaklah lagi dimakna sebagai kegiatan filantropis yang memposisikan organisasi seolah-olah seorang dermawan yang membagi-bagi uang dan barang pada komunitas, sehingga komunitas merasakan ada manfaat kehadiran organisasi ditengah lingkungannya hanya melalui pemberian dari organisasi.
Dalam pandangan Waddock dan Boyle (1995:127) kini pendekatan dalam kegiatan community relations dituntut untuk lebih bersifat “strategis” program atau kegiatan community relations organisasi kini bukan lagi sekedar penyangga antara organisasi dengan lingkungannya melainkan menjalankan fungsi yang mesti mengintegrasikan kepentingan-kepentingan stakeholder khususnya karyawan dan komunitas kedalam kepentingan organisasi. Perubahan tersebut tentu juga mengubah kualifikasi staf atau profesional public relations yang dipekerjakan organisasi.  



Bila praktik filantropis masalah dijalankan maka pada dasarnya siapapun bisa melakukan kegiatan community relations dengan membagi-bagi dana atau hadiah pada komunitas sekitar organisasi.
Menurut Waddock dan Boyle ( 1995:129), kini staf Public Relations yang dibutuhkan untuk menangani community relations adalah organisasi yang memiliki pengetahuan yang komprehensif mengenai komunitas lokal dan kebutuhan-kebutuhan komunitas itu dan memiliki keahlian menangani organisasi serta sifat bisnis dan teknologi organisasi. komunikasi lokal itu bisa beragam, bila satu organisasi memiliki wilayah operasi diberbagai daerah di Indonesia atau di beberapa negara yang berbeda.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam menjalankan kegiatan atau program community relations adalah bagaimana organisasi dipandang oleh komunitasnya. Apakah organisasi itu kehadirannya mendapat sambutan baik ataukahh dipandang inklusif dari tradisi, kultur, agama atau politik komunitasnya. Inilah diingatkanLogue (1996:26) bagaimana organisasi dipandang komunitasnya itu menjadi penting dalam menentukan langkah-langkah membangun hubungan dengan komunitas.

D.     Kebijakan Community Relations
Community relations dijalankan sebuah organisasi bukan sebagai pemadam kebakaran tegangnya hubungan organisasi dan komunitasnya. Community relations merupakan sebuah program yang dilandasi kebijakan organisasi. Dengan memandang community relations sebagai kebijakan maka bisa tampak seberapa besar dan seberapa jauh komitmen organisasi terhadap komunitasnya.
Setiap organisasi memiliki kebijakan, misalnya ada organisasi yang memprioritaskan kebijakan community relations dengan memfokuskan pada sektor pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk pembagian buku ke perpustakaan sekolah atau memberikan beasiswa untuk para siswa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

E.      Perencanaan Program Community Relations
Menurut Mc Laughlin (1990:104) menyebut perencanaan menentukan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh organisasi sebagai satu kesatuan apa yang dilakukan bagian atau personil yang berada didalamnya, dengan satu pandangan untuk mencapai objektif organisasi.








Langkah-langkah manajemen strategis S Hari Lubis (1992:1) :
1.      Menetapkan misi organisasi
2.      Memformulasikan falsafah organisasi
3.      Menetapkan kebijakan
4.      Menetapkan tujuan/objektif organisasi
5.      Mengembangkan strategi
6.      Merancang struktur organisasi
7.      Menyediakan sumber daya manusia
8.      Menetapkan prosedur kerja
9.      Menyediakan fasilitas
10.  Menyediakan modal kerja
11.  Menetapkan standar
12.  Menentukan rencana dan program operasional
13.  Meneyediakan ooinformasi untuk keperluan pengendalian
14.  Mengaktifkan sumber daya manusia

F.       Implementasi Program Community Relations
Menurut Wheelen dan Ghunger (1995:221) implementasi pada dasarnya adalah himpunan kegiatan dan pilihan yang diperlukan untuk menjalankan rencana. Dalam memulai implementasi terdapat tiga pertanyaan yang perlu dijawab.
a.      Siapa orang yang menjalankan rencana strategis
b.      Apa yang mesti dilakukan
c.       Bagaimana cara melakukan apa yang perlu dilakukan
Ketiga pertanyaan tersebut pada dasarnya berkenaan dengan sumber daya manusia yang akan menjalankan rencana. Pembagian tugas dan adanya prosedur baku dalam melaksanakan kegiatan.
Dalam implementasi program ada kemungkinan muncul kejadian yang tidak diinginkan, misalnya saja niat untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan komunitas unutk kepentingan bersama, kemudian memunculkan aksi yang menuduh usaha tersebut sebagai usaha pengalihan perhatian dari masalah yang sebenarnya seperti soal pencemaran lingkungan. Kita tidak selalu bisa mengharapkan langkah-langkah implementasi program community relations yang dilakukan organisasi akan memberikan hasil seperti yang diharapkan, kemungkinan munculnya hal-hal yang tidak diinginkan selalu harus diantisipasi sebelumnya.





Dalam community relations selalu ada kepentingan komunitas yang berada diluar kontrol organisasi ini berbeda halnya dengan program public relations seperti menyalin hubungan dengan media yang dikontrolnya lebih besar dipegang organisasi bila dibandingkan dengan commmunity relations. Menghadapi kejadian yang tak terduga atau tidak diharapkan tersebut hal-hal yang dapat dilakukan, adalah :
-          Cepat tanggap
-          Menunjukan tanggung jawab secara tepat
-          Meminta bantuan dan pemahaman
-          Memberitahukan secepatnya kepada karyawan
-          Menunjukan kepedulian
-          Terbuka pada saran dari pihak lain
-          Mengulang kembali semua pernyataan dan pesan
-          Memberi pernyataan secepatnya pada komunitas
-          Bertemu dan berbicara dengan badan-badan atau kelompok-kelompok yang terpengaruh dalam peristiwa tersebut
-          Memasukan peristiwa itu sebagai fakta kedalam kebijakan organisasi

G.     Evaluasi Program Community Relations
Biasanya evaluasi dilakukan bila satu program atau kegiatan kurang berhasil sedangkan bila berhasil justru tidak dilakukan, padahal evaluasi mesti tetap dilakukan sekalipun kegiatan itu berhasil atau gagal. Bahkan kegagalan atau keberhasilan bisa diketahui setelah satu kegiatan atau program dievaluasi. Karena itu evaluasi bukanlah tindakan mencari-cari kesalahan, sumber kegagalan atau kambing hitam. Evaluasi justru untuk pengambil keputusan. Misalnya : keputusan untuk menghentikan, melanjutkan, memperbaiki aspek-aspek tertentu dari satu program atau kegiatan yang telah dievaluasi. Menurut Djudju  (1992:240-246) membagi evaluasi menjadi 6 kategori, yaitu:







ü Evaluasi untuk pengambilan keputusan yakni evaluasi yang diarahkan untuk pengumpulan informasi yang berkaitan dengan berbagai keputusan tentang perencanaan program
ü Evaluasi bagian program, mengevaluasi bagian tertentu program seperti bagian implementasi dan dampak program.
ü Evaluasi jenis data dan efektivitas yang mengambil data dan jenis kegiatan tertentu untuk dievaluasi seperti mengkategorikan data untuk nilai komponen-komponen program.
ü Evaluasi atas proses evaluasi, yang diperlukan oleh para perancang program untuk memahami proses evaluasi.
ü Evaluasi pencapaian tujuan menilai pengkajian pada tujuan-tujuan khusus program apakah tercapai atau tidak, ini merupakan kategori evaluasi yang paling umum dilakukan.
ü Evaluasi atau hasil dan dampak menilai sejauh mana hasil atau dampak dari program.

H.     Unsur-unsur Community Relations
·      Kesejahteraan komersial
·      Dukungan agama
·      Lapangan kerja
·      Fasilitas pendidikan yang memadai
·      Hukum, ketertiban dan keamanan
·      Pertumbuhan penduduk
·      Perumahan beserta kebutuhannya yang sesuai
·      Perhatian terhadap keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
·      Kesempatan bereaksi dan berkebudayaan yang bervariasi








I.        Manfaat Community Relations
·      Komunitas pada organisasi
- Reputasi dan citra organisasi yang lebih baik
- Memanfaatkan pengetahuan dan tenaga kerja lokal
- Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang bermutu.
·      Organisasi pada Komunitas
-   Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan
-   Pendanaan investasi komunitas dan pengembangan infrastuktur

J.        Contoh Community Relations
·      Profil
-Kantor Pusat
Jl. Yos Sudarso, Sunter II, Jakarta 14330, Telp (021) 6515551 (hunting) fax (021) 651560
-Didirikan
15 Juli 2003
-Pemegang Saham
PT. Astra International Tbk (51%)
Toyota Motor Corporation (49%)
-Jaringan Dealer Toyota
5 dealer utama : PT.Astra Internasional, PT. New Ratna Motor, PT. Agung Automall, PT. Hasjrat Abadi, NV Hadji Kalla Trd.Co
·      Visi
            Menjadikan fasilitasnya sebagai yang terbaik dengan tujuan untuk menghasilkan produk unggulan adalah filosofi utama.

·      Misi
            Moving forward adalah tentang mendengarkan kebutuhan orang lain dan kebutuhan planet kita. Filosofi ini terpatri dalam setiap langkah yang kita lakukan. Moving Forward adalah tentang merancang kendaraan yang ramah lingkungan di masa depan.







Aktivitas Kepedulian Sosial Toyota di Indonesia
·      Untuk meningkatkan performa kontribusi di bidang komunitas, Toyota mendirikan Departemen Community Relations dalam struktur organisasi
·      Kegiatan-kegiatan dalam bidang ini umumnya terbagi dalam empat kelompok besar yaitu infrastruktur, kesehatan dan kebersihan, kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan kami desain untuk meningkatkan taraf hidup komunitas sekitar Toyota.
Kegiatan-kegiatan Community Relations Toyota Indonesia, diantaranya adalah :
·      Infrastruktur
-Renovasi gedung sekolah
-Renovasi jalan
-Pembangunan penerangan jalan
-Renovasi rumah tinggal, dll
·      Kesehatan dan Kebersihan
-Pembangunan MCK
-Pembangunan sarana air bersih
-Penanganan Hama
-Program peningkatan Gizi
-Bantuan Ambulans, dll
·      Kegiatan Keagamaan
-Sumbangan hari Raya
-Renovasi tempat Ibadah
·      Pemberdayaan Masyarakat
-Budidaya ikan air tawar
-Budidaya Jamur merang
-Budidaya tanaman buah-buahan
-Pelatihan keterampilan komputer, menjahit dan otomotif
-Industri rumah tangga
·      Lain-lain
-          Bantuan pada Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan lain
-          Bantuan pada keamanan swadaya ( hansip )
-          Bantuan peringatan hari besar nasional
-          Bantuan korban banjir






Daftar Pustaka
Iriantara Yosal, Community Relations, Simbiosa Rekatama Media, Bandung:2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar