Kamis, 09 April 2015

E-PR dalam Public Relation

E-PR Bagi Dunia Public Relations (Cyber PR)
     Public Relations yang menggunakan media internet disebut juga E-PR atau Inisiatif PR. Inisiatif PR ini di Indonesia lebih dikenal dengan Cyber PR. E dalam E-PR adalah mengacu pada media elektronik internet (co : E-mail, E-Commerce). Bagi perusahaan membangun hubungan antara bisnis di suatu perusahaan dan public audience merupakan hal yang sangat penting , dan internet mampu melakukan nya Ribuan One to One Relations dapat di bangun secara simultan secara interaktif Beberapa peristilahan dalam dunia E-PR :
1.        Banners ads yaitu sejenis iklan kecil yang ditempatkan di situs web 
2.        Cost per click(CpC) yaitu biaya yang dikenakan kepada si pengiklan setiap kali seorang pengunjung mengklik iklan banner mereka. 
3.        CPM (Cost Per Thousand) yaitu menghitung biaya iklan banner jika suatu situs web menjual ruang iklan yang didasarkan atas impression. 
4.        CyberMall yaitu kumpulan took maya yang dikumpulkan dalam satu situs mall online, disebut juga internet shopping mall.
5.         Cybernout yaitu orang yang ber’selancar’ di dunia maya. 
6.        Hits yaitu berapa kali pengunjung mengakses ke suatu situs web atau file atau objek yang ada di situs web.
7.         Unsolicited Email yaitu mengirim email promosi ke sekelompok orang secara random dan tanpa dasar persetujuan. Sama dengan spamming. 
8.        Viral marketing yaitu gaya publisitas dari mulut ke mulut . 
9.        Impressions / Page views yaitu apabila iklan banner dilihat.jika seseorang mengunjungi suatu halaman web enam kali dan melihat iklan berarti akan menghasilkan enam impressions.
PR
Definisi PR menurut Frank Jefkins adalah Public relations consist of all forms of planned communications, outwards, between an organization and its public for the purposes of achieving specific objectives concering mutual understanding ( PR merupakan keseluruhan bentuk komunikasi yabg terencana, baik itu keluar maupun kedalam, yakni antara suatu organisasi dengan publiknya dalam rangka mencapai tujuan yang spesifik atas dasar adanya saling pengertian).
INTERNET
     Internet berasal dari kata Interconnection Networking , Inter kependekkan dari International, Connection berarti hubungan dan Networking adalah Jaringan. Sehingga internet merupakan system komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia.
Berbagai jenis computer dengan spesifikasi yang berbeda-beda dapat saling berkomunikasi melalui internet. Beberapa bentuk jaringan yang berbeda-beda dapat saling bertukar informasi dan data melalui internet menggunakan seperangkat aturan yang disebut protocol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
     Untuk membedakan setiap computer atau jaringan yang terhubung ke internet maka digunakan sebuah identitas tertentu yang disebut alamat IP (IP Address). Alamat IP merupakan kombimasi angka-angka yang

menunjukkan identitas sebuah computer atau jaringan di Internet. Contoh alamat IP adalah : 203.130.232.140
Beberapa hal yang bisa dipahami PR melalui penggunaan internet:
1.        PR harus menyadari bahwa khalayak /public dapat mengakses Press Release yang dikirim melalui internet atau server dengan kata-kata yang mudah dipahami. 
2.        Public dapat mengakses Press Release dalam home page yang ada di world wide web.
3.        PR dapat membuat mailing list dari publiknya. 
Keuntungan PR menggunakan internet :
1.        Informasi cepat sampai pada public.
2.        Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan , media , alat marketing sarana penyebaran informasi dan promosi. 
3.        Siapapun dapat mengakses internet. 
4.        Tidak terbatas ruang dan waktu. 
5.        Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
Kehadiran PR sangat membantu proses dalam memperoleh good will atau kesan positif dari masyarakat luas akan keberadaan sebuah perusahaan/organisasi yang dinaunginya, baik negeri maupun swasta. Begitu pula sebaliknya,perusahaan/organisasi tersebt juga sangat membutuhkan keberadaan PR, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan. PR juga sebagai upaya untuk meningkatkan citra sebuah perusahaan/organisasi maupun mengembalikan citra perusahaan/organisasi yang sudah mencapai krisis. Namun ada pula segelintir orang yang mungkin masih sempit mengartikan apa itu PR dan hanya bisa menjudgement bahwa PR adalah tidak lebih dari hanya menjual tampang saja. Sebenarnya kalau ditelusuri lebih dalam, kegiatan PR justru menguras ide dan pikiran untuk kelangsungan hidup sebuah perusahaan/organisasi agar tetap exsist. Maka itu, berbagai strategi atau ide-ide cemerlang sangat dibutuhkan didunia PR agar memperoleh hasil yang maksimal.Selain itu, ada pula PR yang berhubungan dengan manajemen, yang tugasnya adalah mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerjasama, melibatkan manajemen dalam permasalahan, membantu manajemen mampu menanggapi opini public, dan lain-lain. Sesungguhnya fungsi dasar dari PR itu sendiri adalah membentuk dan membina hubungan baik, dengan terciptanya hubungan baik maka, akan terciptalah kinerja dan kualitas kerja yang baik guna mencapai keuntungan baik bagi masyarakat, relasi maupun perusahaan/organisasi tersebut. Terbukti dengan berbagai tugas yang dihadapi oleh seorang PR sangatlah tidak benar apabila hanya mengandalkan wajah atau penampilan saja. Tetapi, apabila ingin dikaitkan dengan penampilan, memang seorang PR harus memiliki penampilan yang rapi sebagai penunjang pada saat bekerja. Namun, untuk berbagai profesi apapun, penampilan yang rapi akan memberikan kesan yang baik pada saat bekerja.
E-PR atau Cyber PR
E-PR adalah inisiatif PR yang menggunakan media internet sebagai sarana publisitasnya. Jika dengan E-PR, seorang PR dapat melewati batas penghalang yang ada di dunia fisik. Dengan E-PR seorang PR bisa langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik, membangun digital brand images, membina hubungan yang baik dengan berbagai media, melalui media center online, E-PR dapat digunakan sebagai sarana komunikasi pasar global maupun mitra bisnis internasional dengan biaya yang sangat minim, dan mendukung departemen pemasaran melalui 3 R, yaitu relations dengan berbagai target audiens, reputations melalui penggunaan teknologi modern, relevantions memberi informasi yang relevan dengan keinginan target audiens. PR juga dapat memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:

1. Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7 hari) dengan potensi target publik seluruh dunia.
2. Respons yang cepat
Internet memungkinkan PR merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan.
3. Pasar Global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah seorang PR terhubung ke dunia online. PR dapat langsung berkomunikasi dengan pasar di Arab Saudi, investor di Swedia, dan mitra bisnis di California dengan biaya yang sangat minim.
4. Interaktif
Internet membuat PR dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web seorang PR. Dengan demikian, seorang PR bisa tahu keinginan mereka sehingga tidak perlu lagi menebak-nebak.

5. Komunikasi Dua Arah
Komunikasi antara organisasi PR dan publik merupakan tujuan utama aktivitas E-PR karena aktivitas ini akan membantu PR dalam membangun hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
6. Hemat
E-PR dapat membuat organisasi menjadi lebih hemat, mengingat E-PR tidak membutuhkan biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet akan membuat biaya E-PR menjadi semakin terjangkau.
Kegiatan PR yang dilakukan di internet, meliputi:
a. Publikasi
Yang dimaksud publikasi disini adalah dengan tulisan yang berupa arikel, press release tetang sebuah organisasi maupun perusahaan-perusahaan. Kegiatan publikasi yang dilakukan PR dalam internet dapat dilakukan dengan jalan mengikuti mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan/organsisasi. Dalam kegiatan E-PR millis ada dua jenis yaitu millis yang moderated dan millis yang non moderated. Kegiatan publikasi E-PR lain yang dapat dilakukan adalah melalui e-newsletter/ezine. Sesuai dengan manfaat E-PR maka ezine dapat menciptakan keharuman reputasi perusahaan/organisasi. Namun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam publikasi online menggunakan ezine adalah jangan sekali-kali melakukan spamming terhadap pengguna internet, karena dengan melakukan spamming maka kredibilitas perusahaan/organisasi akan hancur. Spamming adalah kegiatan berkonotasi negatif bagi pengguna internet, spamming bisa dikatakan sebagai kegiatan yang memaksakan kehendak dalam memberikan informasi. Jalan yang paling aman adalah mengirimkan newsletter pada anggota website yang secara sukarela mendaftarkan alamat emailnya untuk dikirimkan informasi tentang perusahaan/organisasi.
b. Menciptakan Berita (Media Relations)
Untuk menjaga hubungan baik dengan wartawan dapat dilakukan melalui email, jika seorang PR mempunyai database alamat email seorang wartawan akan lebih sangat mudah dalam mengirimkan siaran pers. Jika suatu perusahaan/organisasi mempunyai siaran pers yang butuh disampaikan dengan segera, kita tinggal sekali “click” maka siaran pers akan langsung sampai di meja wartawan.
Untuk tetap menjaga hubungan baik, kita bisa menyapa wartawan tersebut lewat email menanyakan kabar wartawan tersebut dan kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. Bahkan jika sudah sangat akrab dengan wartawan tersebut, kita dapat melakukan wawancara/konferensi dengan menggunakan Instant Messenger seperti Yahoo Messenger, ICQ, atau yang lainnya.
Keuntungan melakukan kegiatan media relations dengan Internet adalah kita sebagai seorang PR sangat memudahkan para kuli tinta tersebut melakukan pekerjaannya. Bayangkan jika mereka harus melakukan wawancara dengan mendatangi kantor suatu perusahaan/organisasi, akan membuang waktu perjalanan yang cukup lama. Tetapi jika melakukan wawancara dengan melalui Instant Messenger, kerja para wartawan akan lebih mudah, hanya duduk di meja mereka, login, dan langsung dapat wawancara. Hasil wawancara langsung dapat dirangkum dalam bentu teks yang dapat diformat dalam MS word.
Praktisi e-PR harus seorang yang handal dalam berselancar di dunia maya dan tahu kemana saja mereka harus berselancar untuk membangun brand image. Selain itu praktisi e-PR juga harus mampu mengembangkan content untuk format distribusi apa saja (media cetak, radio, TV, situs web, e-mail, iTV, PDA, WAP, Usenet, dan sebagainya) agar dapat dengan tepat menjangkau berbagai macam audiens. Serta mengetahui kapan PR harus mempromosikan dan kapan PR harus bereaksi dan memberi tanggapan. Sifat dari e-PR adalah one to one secara cepat dan interaktif. 
ANALISA
Internet merupakan peralatan popular dari teknologi komputer, selain kemampuannya untuk menghubungkan baik manusia maupun data basedi seluruh dunia, internet juga memungkinkan untuk terjadinya interaksi tanpa harus mengawalinya.
Pemanfaatan media web untuk kepentingan PR merupakan penghematan besar atas biaya kertas, cetak dan pengirimannya. Hemat merupakan salah satu manfaat dari penggunaan cyber-PR, seperti yang diungkapkan oleh Onggo (2004 : 6):
“ PR dalam dunia fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respon pasar. Pengeluarannya pun lebih hemat dibandingkan pengeluaran iklan. E-PR (cyber-PR) dapat membuat organisasi lebih hemat mengingat E-PR tidak membutuhkan stastionery atau biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet akan membuat biaya E-PR menjadi semakin terjangkau. “
Media online merupakan media yang terhubung melalui internet, sehingga pada akhirnya muncul divisi baru yang dikatakan sebagai Cyber PR. Singkatnya adalah inisiatif PR atau Public Relation yang menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya. Inisiatif PR ini di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Cyber Public Relations. Internet menuntut para pelaku PR untuk memanfaatkan media online tersebut, karena hal itu memang tidak dapat dihindari, apalagi jika perusahaan atau organisasi sudah memiliki situs web (website) atau bahkan sudah menggunakan email.
Istilah Cyber PR atau Electronic PR (E-PR) digunakan untuk kegiatan Public Relations (PR) yang menggunakan media internet sebagai media publikasinya. Saat ini keberadaan media online tidak dapat dihindarkan lagi, karena media online internet dan komunikasi teknologi merupakan media yang membuat seluruh dunia tersambung, sehingga dapat mendatangkan dampak sekaligus manfaat yang tidak bisa dibayangkan. Oleh karena itu PR memanfatkan keberadaan internet sebagai penyebaran informasi, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi public pada perusahaan atau organisasi, karena PR menyajikan berbagai informasi di media online-nya tersebut. Baik atau buruknya penilaian publik pada perusahaan atau organisasi bisa saja terjadi, yang tentu saja sangat bergantung pada kualitas informasi yang disajikan pada media online tersebut.
Ardianto (2009: 152) menyatakan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh PR dalam menggunakan internet untuk meningkatkan citra instansi, diantaranya :
(a) Informasi cepat sampai pada publik; 
(b) Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi, dan promosi;
(c) Siapapun dapat mengakses internet; 
(d) Tidak terbatas oleh ruang dan waktu; 
(e) Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
Perkembangan sistem teknologi benar-benar menjadikan internet sebagai bagian dari kehidupan masyarakat modern saat ini, karena internet secara lengkap menyediakan kebutuhan akan informasi, berita, hiburan, serta ilmu pengetahuan. Dengan internet tidak ada lagi batasan antara ruang dan waktu dalam berkomunikasi dengan berbagai orang di berbagai belahan dunia. Internet mampu menghubungkan pihak yang satu dengan pihak lainnya secara bersamaan dengan prinsip komunikasi dua arah.
 Internet telah menggantikan posisi perpustakaan ataupun buku yang merupakan gudang ilmu pengetahuan. Semua informasi dari dulu hingga kini termuat dengan cukup lengkap di internet. Situs-situs seperti wikipedia menjadi Perpustakaan online terbesar, dimana hampir semua informasi akan kita peroleh dengan mudah dan gratis (bayar biaya akses internet saja). Belum lagi layanan ebook-ebook gratis yang isinya tidak usang dimakan waktu.  

KESIMPULAN
Fungsi Public Relations dasarnya adalah sebagai penghubung komunikasi antara publik dengan perusahaan/organisasi, serta membangun relasi kepada khalayaknya dengan tujuan terbangunnya citra yang baik terhadap suatu perusahaan/organisasi dengan menggunakan segala media yang dianggap sesuai dengan khalayaknya dalam menyampaikan informasi atau pesan yang akan dituju. Dalam hal ini e-pr adalah satu terobosan dari dunia teknologi yang membuat media baru dalam penyebaran dan melakukan informasi secara efektif dan efisien menggunakan internet. PR harus dapat melihat karakteristik perusahaan dan karakteristik khalayak, juga pesan dan hasil yang ingin dicapai, setelah itu barulah dapat memilih yang mana yang lebih cocok dalam pelaksanaan program–program tersebut. Public Relations Konvensional atau Cyber Public Relations (e-PR).

Jumat, 05 September 2014

FILM DOKUMENTER II (Menuju Pra produksi )

“Documentary is a creative  treatment of actuality”

(Robert Flaherty , 1926)
Dalam film dokumentar selain mengandung fakta juga memuat subjektivitas si pembuatnya. Artinya apa yang kita rekam memang berdasarkan fakta yang ada, namun dalam  penyajiannya kita memasukkan pemikiran kita, ide-ide kita dan sudut pandang idealisme kita.
Perlakuan dalam pembuatan film dokumenter itulah yang disebut:
                  “Creative treatment”
Artinya : kita dituntut lebih kreatif dalam melihat sekeliling kita.
Kreatif itu membuat kejadian yang terlihat biasa, tanpa merekayasanya menjadi istimewa di mata orang lain
Langkah-langkah membuat film documenter
1. Menemukan Ide
2. Menuliskan Film Statement
3. Membuat Treatment atau outline
4. Mencatat Shooting List
5. Menyiapkan Editing Script
Menemukan Ide
1. ide datang begitu saja…
mis, ketika baca koran, dengar radio,buka situs, baca selebaran, dengerin kuliah, dimarahin ortu,ngobrol di cafe, kena tilang polisi….dll
2. ide itu ada di sekeliling kita…
lihat lingkungan tempat tinggalmu, sekitar kampusmu, di jalanan, di terminal,di rumah sakit, di tempat sampah, di stasiun…
3. ide paling sering muncul ketika dalam perjalanan atau di pinggir jalan…
4. ide biasa menjadi istimewa
Dian Herdiany (aktivis Indonesian Documentary) :
  “ Dokumenter itu melihat sesutau di sekitar kita, sesuatu yang tidak terlihat atau memang tidak mau kita lihat
5. Ide istimewa menjadi biasa
Ubah lagi pandangan bahwa sesuatu yang istimewa kemudian menjadi biasa (karena sudah ter’biasa
6. Ide spektakuler kadang perlu melihat sesuatu dengan logika terbalik….
Menuliskan Film Statement
  • Setelah muncul ide maka mulailah merencanakan sebuah karya film…
  • Biasanya ide yang sudah berputar2 di kepala perlu dirumuskan dalam satu paragraf kalimat…
  • Itulah yang disebut Film Statement…
Ilustrasi:
Ide:
“ Bagaimana sesungguhnya sosok seorang satpol pp di tengah maraknya penggusuran PKL”
Film Statement
“ Penertiban PKL selalu membawa cerita pedih bagi kalangan masyarakat bawah. Sumpah serapah tak luput ditujukan pada para petugas Satpol pp. Padahal mereka juga manusia biasa.Hidupnya juga tak semuanya mapan. Mungkin saudaranya ada yang juga PKL. Bagaimana polemik sebagai pribadi dan sebagai petugas bergejolak? Bagaimana petugas satpol pp harus menghadapi itu semua? Dalam penggusuran siapa saja yang jadi korban sesungguhnya?”
Sebelum membuat treatment kita perlu membuat riset kecil2an…
1. cari informasi sebanyak2nya dari berbagi sumber tentang ide film yang akan digarap…
2. datangi lokasi, ambil stok gambar/foto dan bila perlu lakukan wawancara dengan orang-2 yang terkait ide kita
Merencanakan strategi sebelum masuk medan perang
1. Pilih kejadian mana yg akan direkam mana yang tidak
2. mulai menentukan subjek yang menarik atau ‘aktor utama’ film dokumenter kita
Pemilihan Karakter/Aktor
  • Cari yang enak diajak bicara…
  • Cari yang terbuka terhadap kita…
Mengondisikan Lingkungan
  • Mulai memasuki lingkungan dengan “membawa kamera” tapi belum shooting beneran…
  • Tujuannya mengondisikan masyarakat supaya terbiasa dengan kehadiran kita plus kamera dan ketika shooting sungguhan mereka sudah tidak ‘nggumunan’…
Melakukan Riset Visual
  • Buka mata lebar-lebar dan perhatikan apa saja yang ada di lokasi tempat film itu akan dibuat.
  • Pilih angle mana yang menarik secara visual photografis…
  • Bila perlu dokumenkan angle dengan foto digital…
Mulai Membuat Outline
Membuat cerita rekaan tentang film dalam istilah film pre-production script….atau outline…
Peran penting Outline
1. Outline menjadi dasar pembuatan Script
2. Setiap paragraf dalam outline akan berperan sebagai sequence-sequence  yang akan membantu kita mengetahui hal apa saja yang harus diambil gambarnya untuk film
Lihat contoh Outline karya Fajar Nugroho berikut ini:
Kerajaan di Tepi Bengawan
Seorang gadis remaja, pulang dari gemerlap ibukota jakrta, tujuannya sebuah kota di Jawa Tengah bagian Selatan. Sebuah kota yang terletak di tepi Bengawan Solo. Sebuah kota yang dulunya sebuah desa bernama Solo. Di desa itulah, sekitar 3 abad lalu berdiri sebuah kerajaan dari darah keturunan Dinasti Mataram. Sebuah kerajaan yang dalam perjalanan waktunya penuh dengan pergolakan….. [    ]
Gadis remaja itu, Gusti Raden Ayu Timoer, lahir di Keputren Kraton Kasunanan Surakarta, dan melewati masa kecilnya di dalam benteng kerajaan. Ayahnya adalah….[   ]
Sejarah panjang dan turun-temurun pergolakan di tubuh Dinasti Mataram sendiri bermula ketika Dinasti ini mulai mendirikan kerajaanya di sebuah desa bernama Pleret…..[    ]
Pergolakan-pergolakan itu, membuat kerajaan Kartosura Hadiningrat hancur berantakan. Maka, …. [    ]

Dan seterusnya outline secara runtut berkisah mengenai pergolakan dalam kerajaan dan bagaimana kedudukan Putri Timoer sebagai anak tertua raja  yang tak mungkin menggantikan ayahandanya.
Outline di atas adalah contoh outline untuk film cerita rekaan. Dalam film dokumenter pada dasarnya juga tetap menampilkan benang merah apa yang terjadi dengan karakter utama, di suatu setting di suatu masa…pertanyaan yang harus dijawab adalah pertanyaan seputar siapa, apa, bagaimana, mengapa dan selanjutnya seperti apa…..
Fungsi Script
1. Script adalah alat struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat
2. Script penting untuk kerja kameraman, karena dengan script kamareman akan menangkap mood, peristiwa ataupun masalah teknis dengan kerja kamera nantinya.
3.Script penting untuk panduan kerja editor nantinya.
Penting dalam pembuatan script
Dalam tahap pre-production – pembuatan script sudah mulai dipikirkan alur dramatic dalam struktur tiga babaknya….yaitu pengenalan tokoh– puncak dan penutup
Menentukan Sudut Pandang
1. Objective Point Of View (sudut pandang si pembuat film)
2. Native Point of View (sudut pandang sang pelaku )
Membuat Shooting List
Apa itu Shooting List?
Perkiraan-perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk film nanti
Dasarnya adalah outline yang sudah kita buat.
Yang penting dalam Shooting List
  1. Merekam keseharian aktor utama/subjek kita
  2. Urutkan dari yang paling penting atau momen yang tidak bisa diulang
  3. Jangan pernah melupakan detil visual
Contoh Shooting List
  • Establish pedagang kaki lima jensud
  • Aktivitas PKL
  • Wawancara PKL
  • Establish kantor/markas satpol pp
  • Wawancara komandan satpol pp
  • Close up mobil satpol pp dengan pasukannya
  • Establish pasar wage
  • Penggusuran/penertiban
  • Wawancara Satpo pp
Dari Shooting List ke Shooting Schedule
Berdasar pd shooting list buat shooting schedule seperti contoh :
HARI 1 – Senin
  1. Situasi PKL Jensud
  2. Aktivitas PKL
  3. Wawancara dengan ketua Paguyuban PKL
dst………..
Hal lain yang perlu dipersiapkan
1. Membuat draft /acuan wawancara dengan subjek
2. Membuat Release Form ( surat kesediaan dari sumber bahwa hasil wawancara akan masuk dalam film dan persetujuan untuk dipublikasikan )…surat ini ditandatangi oleh subjek setelah dilakukan wawancara
Referensi :
Fajar Nugroho. 2007. Cara Pinter Bikin Film Dokumenter.Penerbit Indonesia Cerdas.  Yogyakarta.

Apa itu Video Editing?

Video Editing

APA ITU EDITING?
Editing adalah suatu proses mengatur dan menyusun rangkaian shot demi shot menjadi satu scene, scene demi scene menjadi suatu sequence, akhirnya merupakan suatu rangkaian shot dari suatu cerita yang utuh.
EDITOR paham ide cerita?
• Tentu saja karena dia adalah asisten/ sutradara di proses akhir yang sangat menentukan kualitas program
• Pahami tema dasarnya
• Pahami plot atau alur ceritanya
• Punya kepekaan tentang keingintahuan penonton ( berorientasi pada penonton)
• Ikut memutuskan dan memilih apa yang penting dan membuang apa yang tidak penting dalam konteks seluruh cerita.

JENIS PERPINDAHAN SHOT
CUT adalah perpindahan langsung dari suatu shot ke shot berikutnya secara tajam. Cut paling sering digunakan dalam editing sebagai pergantian gambar dalam suatu scene ( adegan )
DISSOLVE (MIXING) adalah perpindahan shot secara berangsur-angsur. Akhir suatu shot sedikit demi sedikit bercampur dengan shot berikutnya, shot pertama hilang secara perlahan-lahan ditimpa oleh shot kedua yang muncul secara perlahan-lahan dan akhirnya jelas sama sekali.
Berfungsi untuk menunjukkan percepatan waktu (time laps) atau suatu proses perubahan.

EXTERNAL KEY
Special efek dengan 3 sumber video dimana salah satunya menampilkan gambar tertentu, berfungsi sebagai kunci dalam menampilkan gambar 2 gambar dari 2 sumber secara bersamaan.

CHROMA KEY
Special efek dimana objek ditempatkan di depan latar belakang dengan warna tertentu (biasanya biru) dapat dipotong dan dimasukkan ke dalam latar belakang yang lain.

EFEK DASAR EDITING
• FADE : biasanya digunakan pada awal dan akhir adegan. Jenis Fade adalah Fade In, Fade Out, Fade From Black dan Fade To Black.
• WIPE : efek dimana suatu shot disapu oleh shot lain sehingga shot yang pertama nampak terdorong keluar dari bingkai layar ( pergantian topik atau suasana )
• SPLIT SCREEN
Special efek dimana layar dibagi menjadi 2 bagian atau lebih yang masing-masing bagian menampilkan gambar yang berbeda.
• SUPER – IMPOSE
Special efek dimana 2 gambar saling tindih ditampilkan pada saat yang bersamaan ( menunjukkan kesinambungan maksud )

PRINSIP-PRINSIP EDITING :
• Jangan menyambung gambar dengan cutting, dissolve, panning atau tracking tanpa motivasi atau maksud yang jelas
• Jangan menyambung 2 shot dari objek yang sama dalam format yang sama besar.
• Jangan mengabaikan fungsi Long Shot, terlalu banyak Close Up akan membosankan.
• Secepat mungkin sesudah berpindah ke adegan baru, berilah sebuah Long Shot dari adegan tsb untuk menunjukkan lokasi dan suasana yg baru.
• Apabila ada “tokoh baru” masuk atau tokoh yang agak lama tidak muncul, buatlah Close Up dari “tokoh” itu.
• Jangan menyambung 2 shot dari objek yang sama dalam jarak yang ekstrim.
• Jangan menyambung 2 shot dari objek yang sama dimana posisinya berlawanan arah. Shot-shot ini biasanya dihasilkan oleh kamera yang sudut pengambilannya berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain dari “Garis Axis “ ( imajiner )
• Jangan memotong ditengah-tengah shot pada saat kamera bergerak (panning atau zooming).Kalau terpaksa gunakan effek dissolve agar lebih smooth (halus)
• Jangan membuat cutting diantara 2 kamera yang bergerak, terutama ketika kamera panning atau diantara 1 kamera yang bergerak dan kamera statis ( tidak bergerak )
• Lakukan Cut On Moving pada saat objek dalam gerakan.
• Hindari Fast Dissolve, berilah waktu 2-3 detik sebagai standar dissolve dari gambar 1 ke gambar berikutnya.
• Bila membuat Fade In “caption pembuka” pada awal program, jangan biarkan gambar mendahului suara/musik.
• Gerakan rolling caption pada kecepatan yang sama
• Jangan menampilkan caption yang mengatakan sesuatu, sementara komentar mengatakan sesuatu yang lain. Mata dan telinga tidak bisa menerima informasi yang bertentangan.
• Jika membuat superimpose caption pada sebuah background gambar, hendaknya warna tulisan kontras dengan warna background sehingga tulisan jelas dan terbaca.
• Dalam suatu interview, cut biasanya dilakukan pada akhir dari pertanyaan atau jawaban, karena cutting pada akhir dari suatu kalimat atau frasa akan menghasilkan suatu irama yang jelas daripada ditengah-tengah.
• Buatlah cut, dissolve dan fade sesuai dengan irama musik atau komentar. Buatlah cut atau fade out musik pada akhir kalimat musik, jangan ditengah-tengah.

Seorang editor memegang peranan penting “ final touching “ suatu program,
karena dialah yang menyusun secara artistik dan dramaturgis suatu susunan gambar
yang mampu mengekspresikan suatu makna kepada penontonnya

Sabtu, 29 Desember 2012

Community Relations


A.     Pengertian Community Relations
·      Community Relations bisa bermakna lebih dari sekedar membangun hubungan baik antara organisasi dan komunitas sekitarnya, melainkan juga berperan melalui tindakan—tindakan pada tingkat lokal dalam mengatasi permasalahan – permasalahan seperti meng-krisis.
·      Community Relations bisa dipandang sumbangan kecil yang berarti yang diberikan organisasi sebagai warga negara bersama dengan komunitas disekitarnya untuk mengatasi permasalahan – permasalahan besar tadi pada tingkat lokal dengan memperhatikan prinsip berkelanjutan. Tapi tentu saja fokus perhatian adalah upaya mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas.
·      Community relations adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi dengan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling pengertian.

B.     Public Relations dalam Community Relations
Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations, maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi.
Dalam hal ini fokusnya adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang dihadapi organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi komunitas itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program community relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama organisasi dan komunitas. Lebih dari itu bila kegiatan community relations terkordinasi dengan strategi organisasi, bisa juga membantu organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang dihadapi organisasi. Dengan demikian kegiatan community relations pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan atas dasar kepentingan bersama baik organisasi maupun komunitas.







Membahas public relations pada dasarnya merupakan proses yang bersifat skill yang dimulai dengan :
a.    Pengumpulan fakta
b.    Merumuskan masalah
c.    Perencanaan dan program
d.    Aksi dan komunikasi
e.    Evaluasi
     Sedangkan Yosal Iriantara (2004:36) community relations bisa dipandang berdasarkan dua pendekatan, yakni :
·           Pertama dalam konsep public relations lama yang memposisikan organisasi sebagai pemberi donasi, maka program community relations hanyalah bagian dari aksi dan komunikasi dalam proses public relations.
Bila berdasarkan pengumpulan fakta dan perumusan masalah ditemukan bahwa permasalahan yang mendesak adalah menangani komunitas, maka dalam perencanaan akan disusun program community relations. Ini kemudian dijalankan melalui aksi dan komunikasi.

·            Pendekatan kedua yang memposisikan komunikasi sebagai mitra, konsep komunitasnya bukan sekedar kumpulan orang yang berdiam disekitar wilayah operasi organisasi. Community relations dianggap sebagai program tersendiri yang merupakan wujud tanggung jawab sosial organisasi.

C.     Langkah-langkah dalam Community Relations
Secara praktik community relations sudah mengalami kemajuan dalam hal perubahan dibandingkan pada masa perubahan dibandingkan pada masa awal tahun 1960. Kegiatan community relations tidaklah lagi dimakna sebagai kegiatan filantropis yang memposisikan organisasi seolah-olah seorang dermawan yang membagi-bagi uang dan barang pada komunitas, sehingga komunitas merasakan ada manfaat kehadiran organisasi ditengah lingkungannya hanya melalui pemberian dari organisasi.
Dalam pandangan Waddock dan Boyle (1995:127) kini pendekatan dalam kegiatan community relations dituntut untuk lebih bersifat “strategis” program atau kegiatan community relations organisasi kini bukan lagi sekedar penyangga antara organisasi dengan lingkungannya melainkan menjalankan fungsi yang mesti mengintegrasikan kepentingan-kepentingan stakeholder khususnya karyawan dan komunitas kedalam kepentingan organisasi. Perubahan tersebut tentu juga mengubah kualifikasi staf atau profesional public relations yang dipekerjakan organisasi.  



Bila praktik filantropis masalah dijalankan maka pada dasarnya siapapun bisa melakukan kegiatan community relations dengan membagi-bagi dana atau hadiah pada komunitas sekitar organisasi.
Menurut Waddock dan Boyle ( 1995:129), kini staf Public Relations yang dibutuhkan untuk menangani community relations adalah organisasi yang memiliki pengetahuan yang komprehensif mengenai komunitas lokal dan kebutuhan-kebutuhan komunitas itu dan memiliki keahlian menangani organisasi serta sifat bisnis dan teknologi organisasi. komunikasi lokal itu bisa beragam, bila satu organisasi memiliki wilayah operasi diberbagai daerah di Indonesia atau di beberapa negara yang berbeda.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam menjalankan kegiatan atau program community relations adalah bagaimana organisasi dipandang oleh komunitasnya. Apakah organisasi itu kehadirannya mendapat sambutan baik ataukahh dipandang inklusif dari tradisi, kultur, agama atau politik komunitasnya. Inilah diingatkanLogue (1996:26) bagaimana organisasi dipandang komunitasnya itu menjadi penting dalam menentukan langkah-langkah membangun hubungan dengan komunitas.

D.     Kebijakan Community Relations
Community relations dijalankan sebuah organisasi bukan sebagai pemadam kebakaran tegangnya hubungan organisasi dan komunitasnya. Community relations merupakan sebuah program yang dilandasi kebijakan organisasi. Dengan memandang community relations sebagai kebijakan maka bisa tampak seberapa besar dan seberapa jauh komitmen organisasi terhadap komunitasnya.
Setiap organisasi memiliki kebijakan, misalnya ada organisasi yang memprioritaskan kebijakan community relations dengan memfokuskan pada sektor pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk pembagian buku ke perpustakaan sekolah atau memberikan beasiswa untuk para siswa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

E.      Perencanaan Program Community Relations
Menurut Mc Laughlin (1990:104) menyebut perencanaan menentukan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh organisasi sebagai satu kesatuan apa yang dilakukan bagian atau personil yang berada didalamnya, dengan satu pandangan untuk mencapai objektif organisasi.








Langkah-langkah manajemen strategis S Hari Lubis (1992:1) :
1.      Menetapkan misi organisasi
2.      Memformulasikan falsafah organisasi
3.      Menetapkan kebijakan
4.      Menetapkan tujuan/objektif organisasi
5.      Mengembangkan strategi
6.      Merancang struktur organisasi
7.      Menyediakan sumber daya manusia
8.      Menetapkan prosedur kerja
9.      Menyediakan fasilitas
10.  Menyediakan modal kerja
11.  Menetapkan standar
12.  Menentukan rencana dan program operasional
13.  Meneyediakan ooinformasi untuk keperluan pengendalian
14.  Mengaktifkan sumber daya manusia

F.       Implementasi Program Community Relations
Menurut Wheelen dan Ghunger (1995:221) implementasi pada dasarnya adalah himpunan kegiatan dan pilihan yang diperlukan untuk menjalankan rencana. Dalam memulai implementasi terdapat tiga pertanyaan yang perlu dijawab.
a.      Siapa orang yang menjalankan rencana strategis
b.      Apa yang mesti dilakukan
c.       Bagaimana cara melakukan apa yang perlu dilakukan
Ketiga pertanyaan tersebut pada dasarnya berkenaan dengan sumber daya manusia yang akan menjalankan rencana. Pembagian tugas dan adanya prosedur baku dalam melaksanakan kegiatan.
Dalam implementasi program ada kemungkinan muncul kejadian yang tidak diinginkan, misalnya saja niat untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan komunitas unutk kepentingan bersama, kemudian memunculkan aksi yang menuduh usaha tersebut sebagai usaha pengalihan perhatian dari masalah yang sebenarnya seperti soal pencemaran lingkungan. Kita tidak selalu bisa mengharapkan langkah-langkah implementasi program community relations yang dilakukan organisasi akan memberikan hasil seperti yang diharapkan, kemungkinan munculnya hal-hal yang tidak diinginkan selalu harus diantisipasi sebelumnya.





Dalam community relations selalu ada kepentingan komunitas yang berada diluar kontrol organisasi ini berbeda halnya dengan program public relations seperti menyalin hubungan dengan media yang dikontrolnya lebih besar dipegang organisasi bila dibandingkan dengan commmunity relations. Menghadapi kejadian yang tak terduga atau tidak diharapkan tersebut hal-hal yang dapat dilakukan, adalah :
-          Cepat tanggap
-          Menunjukan tanggung jawab secara tepat
-          Meminta bantuan dan pemahaman
-          Memberitahukan secepatnya kepada karyawan
-          Menunjukan kepedulian
-          Terbuka pada saran dari pihak lain
-          Mengulang kembali semua pernyataan dan pesan
-          Memberi pernyataan secepatnya pada komunitas
-          Bertemu dan berbicara dengan badan-badan atau kelompok-kelompok yang terpengaruh dalam peristiwa tersebut
-          Memasukan peristiwa itu sebagai fakta kedalam kebijakan organisasi

G.     Evaluasi Program Community Relations
Biasanya evaluasi dilakukan bila satu program atau kegiatan kurang berhasil sedangkan bila berhasil justru tidak dilakukan, padahal evaluasi mesti tetap dilakukan sekalipun kegiatan itu berhasil atau gagal. Bahkan kegagalan atau keberhasilan bisa diketahui setelah satu kegiatan atau program dievaluasi. Karena itu evaluasi bukanlah tindakan mencari-cari kesalahan, sumber kegagalan atau kambing hitam. Evaluasi justru untuk pengambil keputusan. Misalnya : keputusan untuk menghentikan, melanjutkan, memperbaiki aspek-aspek tertentu dari satu program atau kegiatan yang telah dievaluasi. Menurut Djudju  (1992:240-246) membagi evaluasi menjadi 6 kategori, yaitu:







ü Evaluasi untuk pengambilan keputusan yakni evaluasi yang diarahkan untuk pengumpulan informasi yang berkaitan dengan berbagai keputusan tentang perencanaan program
ü Evaluasi bagian program, mengevaluasi bagian tertentu program seperti bagian implementasi dan dampak program.
ü Evaluasi jenis data dan efektivitas yang mengambil data dan jenis kegiatan tertentu untuk dievaluasi seperti mengkategorikan data untuk nilai komponen-komponen program.
ü Evaluasi atas proses evaluasi, yang diperlukan oleh para perancang program untuk memahami proses evaluasi.
ü Evaluasi pencapaian tujuan menilai pengkajian pada tujuan-tujuan khusus program apakah tercapai atau tidak, ini merupakan kategori evaluasi yang paling umum dilakukan.
ü Evaluasi atau hasil dan dampak menilai sejauh mana hasil atau dampak dari program.

H.     Unsur-unsur Community Relations
·      Kesejahteraan komersial
·      Dukungan agama
·      Lapangan kerja
·      Fasilitas pendidikan yang memadai
·      Hukum, ketertiban dan keamanan
·      Pertumbuhan penduduk
·      Perumahan beserta kebutuhannya yang sesuai
·      Perhatian terhadap keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
·      Kesempatan bereaksi dan berkebudayaan yang bervariasi








I.        Manfaat Community Relations
·      Komunitas pada organisasi
- Reputasi dan citra organisasi yang lebih baik
- Memanfaatkan pengetahuan dan tenaga kerja lokal
- Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang bermutu.
·      Organisasi pada Komunitas
-   Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan
-   Pendanaan investasi komunitas dan pengembangan infrastuktur

J.        Contoh Community Relations
·      Profil
-Kantor Pusat
Jl. Yos Sudarso, Sunter II, Jakarta 14330, Telp (021) 6515551 (hunting) fax (021) 651560
-Didirikan
15 Juli 2003
-Pemegang Saham
PT. Astra International Tbk (51%)
Toyota Motor Corporation (49%)
-Jaringan Dealer Toyota
5 dealer utama : PT.Astra Internasional, PT. New Ratna Motor, PT. Agung Automall, PT. Hasjrat Abadi, NV Hadji Kalla Trd.Co
·      Visi
            Menjadikan fasilitasnya sebagai yang terbaik dengan tujuan untuk menghasilkan produk unggulan adalah filosofi utama.

·      Misi
            Moving forward adalah tentang mendengarkan kebutuhan orang lain dan kebutuhan planet kita. Filosofi ini terpatri dalam setiap langkah yang kita lakukan. Moving Forward adalah tentang merancang kendaraan yang ramah lingkungan di masa depan.







Aktivitas Kepedulian Sosial Toyota di Indonesia
·      Untuk meningkatkan performa kontribusi di bidang komunitas, Toyota mendirikan Departemen Community Relations dalam struktur organisasi
·      Kegiatan-kegiatan dalam bidang ini umumnya terbagi dalam empat kelompok besar yaitu infrastruktur, kesehatan dan kebersihan, kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan kami desain untuk meningkatkan taraf hidup komunitas sekitar Toyota.
Kegiatan-kegiatan Community Relations Toyota Indonesia, diantaranya adalah :
·      Infrastruktur
-Renovasi gedung sekolah
-Renovasi jalan
-Pembangunan penerangan jalan
-Renovasi rumah tinggal, dll
·      Kesehatan dan Kebersihan
-Pembangunan MCK
-Pembangunan sarana air bersih
-Penanganan Hama
-Program peningkatan Gizi
-Bantuan Ambulans, dll
·      Kegiatan Keagamaan
-Sumbangan hari Raya
-Renovasi tempat Ibadah
·      Pemberdayaan Masyarakat
-Budidaya ikan air tawar
-Budidaya Jamur merang
-Budidaya tanaman buah-buahan
-Pelatihan keterampilan komputer, menjahit dan otomotif
-Industri rumah tangga
·      Lain-lain
-          Bantuan pada Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan lain
-          Bantuan pada keamanan swadaya ( hansip )
-          Bantuan peringatan hari besar nasional
-          Bantuan korban banjir






Daftar Pustaka
Iriantara Yosal, Community Relations, Simbiosa Rekatama Media, Bandung:2004